Kamis, 17 Oktober 2013

C-Clown Profile




Stage Name: Rome (롬)

Birth Name: Yu Ba Rom (유바롬)

Birthday: September 6, 1990

Position: Leader, Rapper

Height: 174 cm

Weight: 60 kg

Blood Type: A


 Stage Name: Siwoo (시우)

Birth Name: Kim Tae Min (김태민)

Birthday: May 5, 1993

Position: Vocalist

Height: 177 cm

Weight: 62 kg

Blood Type: O
Stage Name: Ray

Birth Name: Kim Hyun Il (김현일)

Birthday: April 19, 1994

Position: Vocalist

Height: 176 cm

Weight: 62 kg

Blood Type: O
  


Stage Name: Kangjun (강준)

Birth Name: Kang Jun

Birthday: April 21, 1994

Position: Main Vocalist

Height: 173 cm

Weight: 62 kg

Blood Type: A

 

Stage Name: T.K.

Birth Name: Lee Min Woo (이민우)

Birthday: December 20, 1995

Position: Rapper

Height: 178 cm

Weight: 55 kg

Blood Type: A


Stage Name: Maru (마루)

Birth Name: Lee Jae Joon (이재준)

Birthday: September 25, 1997

Position: Rapper , Maknae

Height: 175 cm

Weight: 56 kg

Blood Type: A


Spam Pict Rome

















Ini dia my ultimate bias *o* Yu Ba Rome!!!

Spam Pict May








Kalo dia namanya May, Tomboy Ulzzang dari Taiwan juga.sekilas mirip Kyuhyun ya.

Spam Pict Liu -Part 2-









Spam Pict Liu -Part 1-







Yuhuuuuuu, ijen time to spam!! /apaan dah -_-
tebak, apa gender asli dia? pasti pada nebak cowok :p
Nama dia adalah Hua Liu, tomboy ulzzang from Taiwan
cakep kan?

Rabu, 02 Oktober 2013

My Life and You


Usia baru 5 tahun ketika pertama kalinya aku tertarik pada lawan jenis. Namanya Rio. Jangan bayangkan pertemuan yang dramatis, karena caraku menyukainya sangat simple. Dia tertidur di kelas saat jam pelajaran, dan Bu Umi –nama guruku- memarahinya di depan kelas. Dan sejak saat itulah dia menjadi cinta pertamaku.
Apa? Cerita selanjutnya? Ya itulah akhirnya. Apa yang kalian harapkan dari kisah cinta anak TK? rasa sukaku bertahan sampai aku berusia 9 tahun. Jangan tertawa, aku tahu ini sangat konyol.
oOo
Kisah cinta keduaku dimulai sejak kelasku kedatangan murid baru. Tinggi, berkulit coklat khas pribumi, dan seorang atlit. Dia adalah atlit kebanggan sekolah, mulai dari sepakbola, bulu tangkis, voli, sampai lari. Kurangnya hanya satu, dia sangat lemah di akademik. Setiap ada tugas, maka dia akan mencariku, dan menyalin tugasku.
Hubungan kami sangat stabil alias tidak ada perkembangan. Hampir setahun kami habiskan dengan PDKT, namun tak banyak hasil yang berarti. Sampai ketika kami duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, akhirnya kami berpacaran. Namun tidak bertahan lama, 2 bulan kemudian kami putus.
Kita terlalu berbeda.” Itu yang dia katakan. Bagaimana tidak? Selisih usiaku dengannya hampir 5 tahun, jangan Tanya kenapa kami bisa sekelas. Itu karena dia sering tidak naik kelas dan suka berpindah sekolah. Dan lagi kegemaran kami berbeda, dia sangat suka olahraga, dan aku sangat sangat dan sangat benci olahraga. Jika disuruh memilih, aku akan memilih membaca buku daripada berpanasan di lapangan.
7 November, 16 hari sebelum ulang tahunnya, hubungan kami berakhir. Namun kami tetap bersahabat dekat. Bahkan beberapa temanku bilang, kami lebih dekat saat menjadi sahabat. Oh iya, namanya Awan, Agus Setiawan.
oOo
Semester genap selanjutnya, hari-hariku diisi dengan kegiatan bimbel. Pagi, siang, sore, malam aku mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Tapi bukan berarti hatiku kosong. Yogi Prananda. Dia temanku di bimbel, namun berbeda sekolah. Kedekatan kami hanya karena kami sering terlambat dan akhirnya duduk di pojokan berdua.
Dia tipe pria baik-baik, bahkan aku berani bertaruh kalau dia tidak pernah membolos. Dia sangat baik, cenderung bisa dikerjai malah. Dan sebenarnya dia tipe pemalu. Itulah alasan kenapa Yogi tidak pernah mengikat hubungan kami.
Aku pengen punya status yang jelas sama kamu. Aku ngga mau diejekin sama anak-anak terus, padahal kita ngga ada hubungan apa-apa.” Protesku saat kami terjebak di tempat bimbel, karena sore itu hujan turun sangat deras.
Apa pentingnya sih? Toh perasaanku ngga perlu pake status. Yang penting aku peduli sama kamu.”
Tapi tetep aja aneh. Liat deh Rian sama Rivo, hubungan mereka jelas.” Jawabku ngotot. Tentu saja aku iri, Rivo kan rival terberatku. Dan Yogi hanya tertawa sambil mengacak rambutku.
Jangan mudah iri. Aku sayang kamu, bawel.”
Dan pembicaraan kami berakhir karena jemputanku sudah datang.
Dan hubungan kami tetap begitu. Dekat dan tanpa status. Namun semuanya berubah saat keluargaku membuat keputusan mendadak. Keluargaku harus pindah ke kota lain, secepatnya. Esoknya aku memberi tahu kabar itu kepada Yogi, dan dia hanya diam.
Dan sejak saat itu, dia menghindariku. Jangankan ngobrol, bertemu dengannya saja sangat sulit. Seluruh teman-temanku hanya mengernyit bingung. Beberapa dari mereka mendekatiku, menanyakan apakah aku dan Yogi putus. Aku hanya mampu tersenyum lemah. Aku bisa menjawab apa?
Hingga akhirnya setelah ujian terlewati, dan semua urusan sekolahku selesai, keluargaku pindah. Dan aku tetap tidak bertemu Yogi, sampai sekarang.
oOo
10 tahun telah berlalu. Aku masih mengingat Yogi dengan jelas, meski aku tak yakin kalau aku masih mencintainya. Aku menyadari bahwa kisahku dengan Yogi tidak lebih dari sebuah cinta monyet, meski terkadang aku masih merindukannya. Aku masih penasaran dengan alasan dibalik diamnya dia.
Oek~ Oekk~” suara tangis bayi membuyarkan lamunanku. Ah, bukannya aku tadi sedang mengganti popok Thea, kenapa bisa melamun.
Sabar sebentar sayang.” Aku segera memasang popok baru dan segera menggendong bayi cantik ini ke pelukanku. Usianya baru 6 bulan, tapi aktifnya melebihi balita. Dan dia tidak akan pernah membiarkanku tidur nyenyak di malam hari.
Thea bangun lagi?” suara berat di belakangku membuatku menoleh. Aku menganggukkan kepala pelan. Lalu kembali menimang Thea.
Anak ayah nakal sekali.” Tangan besar itu mengusap rambut Thea dengan sayang. “Kasihan bunda sayang, lihat kantong matanya tuh.” Aku segera mencubit pinggang pria di sampingku dengan kencang, membuatnya menjerit kesakitan.
Tidur lagi sana, ngapain ikut bangun?”
Aku mau nemenin kamu aja.”
Besok kamu kuliah pagi kan? ”
Aku mau bolos besok, aku mau ngajak Thea jalan-jalan. ”
Jangan aneh-aneh! Kapan selesai kuliahmu kalau bolos terus?”
Tapi aku beneran males, bunda~”
Jangan pake nada kayak gitu!”
Bunda~”
Josua!”
Oeekk~ Oeekk~” aku sontak terdiam saat mendengar putri kecilku kembali menangis. Josua dengan cepat mengusap rambut Thea agar kembali tertidur. Tak lama kemudian, Thea kembali tertidur pulas. Aku segera menidurkannya di boks bayi, dan kembali ke ranjang.
Aku tidur disini ya?” deritan ranjang menandakan Josua ikut naik ke ranjangku. Aku hanya bergumam malas dan segera memeluk guling.
Ahhh, mimpi indah aku datang!
oOo
Thea Anindya Putri. Malaikat yang lahir untuk melengkapi hidup kami. Josua? Dia adik tingkatku di kampus, dia ayah Thea, tapi bukan ayah biologis. Hubunganku dengannya? Entahlah, aku juga tidak paham dengan hubungan kami. Tapi kenyataan bahwa kami sudah menikah memang tidak bisa dipungkiri. Aku bertemu Thea ketika sedang dirawat di rumah sakit dan mendengar berita bahwa Thea ditinggalkan oleh orang tua kandungnya. Dan tiba-tiba saja aku ingin merawatnya. Membesarkannya seperti anakku sendiri.

Sabtu, 21 September 2013

Its Love, Baby!


Saat menyakitkan adalah ketika orang yang cintai tersenyum karena orang lain dan itu bukan dirimu. Namun lebih menyakitkan lagi ketika orang yang cintai menangis karena dirimu. Karena itu, relakanlah ia terbang mencari kebahagiannya. Dan kau akan menemukan kebahagiaanmu.
-DJonguUp Present-
Seumur hidupnya, Josua hanya pernah jatuh cinta satu kali. Dengan satu orang yang sama dan perasaannya tidak pernah berubah. Thea Melati Ayu.
“ Jo~” suara lembut itu membuatnya menoleh. Sepasang lengan melingkari lehernya, membuatnya hampir sesak nafas. Tapi dia coretsangatcoret menyukai pelukan ini.
“Ada apa Hime?”
“Jangan panggil aku Hime, namaku Thea.” Bibir mungil yang mengerucut menggoda, membuatnya memalingkan wajahnya dengan spontan.
“Jadi ada apa Thea Melati Ayu?”
“Aku jatuh cinta lagi~”
DEG
“Jangan bilang kalau dia si Medali emas itu?”
“Dia bukan si Medali emas! Namanya Leon !“
“Iya iya , Leon itu kan?” Josua memutar bola matanya kesal.
“Hehehe. Kau tau kan, hanya dia yang selalu membuatku terpana.”
NYUT
-O-
Thea adalah seorang gadis populer. Dia sangat terkenal di sekolah. Hampir setiap minggu, dia berganti gandengan. Jika kau suka jalan-jalan, maka Thea adalah teman yang cocok untukmu. Dia terkenal hampir di semua tempat di kota ini.
Namun tak ada yang tahu, -kecuali Josua- bahwa dia sudah memilih seseorang. ia mungkin seorang gadis populer, namun ia bahkan tidak berani ngobrol atau mendekati oaring yang ia suka. Konyol, Benar, Thea juga merasa dia sangat konyol.
Yang dia lakukan adalah mengamatinya dari jauh, atau kata lainnya stalker. Sekarang dia sedang berdiri di balik pohon di dekat lapangan. Mengamati atlet lari sekolah yang mempesona. Badannya yang kekar. Keringat yang membuatnya semakin seksi. Argh Thea bisa gila karenanya.
Dari semua orang di dunia ini, Thea hanya menginginkannya. Dia, yang selalu Thea anggap sempurna. Hanya dia, dan tidak ada yang lain. Namun ia sadar, ia tidak akan pernah bisa. Dia tahu ada orang lain yang mengisi hati sang atlet. Oh ayolah, Thea adalah seorang stalker. Tentu ia tahu seluk beluk namja yang dicintainya.
Yang bisa dia lakukan hanyalah menatapnya dari jauh, dan tetap mencintainya.
-O-
Leon belum pernah ke surga, tapi ia yakin-bahkan sangat yakin- dia sudah pernah bertemu malaikat. Pipi chubby yang manis, senyum yang akan membuat duniamu teralihkan, wajah cantik bercampur manis yang akan selalu kau impikan. Malaikat itu bernama Airin.
Malaikat punya nama? Tentu saja. Karena malaikat itu kakak kelas Leon. Malaikat cantik dalam sesosok manusia. Bingung? Sama yang nulis juga bingung #Plok
Leon hanyalah seorang namja biasa. Dia seorang atlet kebanggaan sekolah. Dulu, saat ia masih merupakan siswa baru, Airin lah orang yang menerimanya pertama kali. Yang menolongnya saat ia terjatuh. Yang mengenalkannya pada banyak orang di sekolah ini. Intinya, Airin is everything for Leon.
Leon tersenyum lebar saat melihat Airin.
“Kak Ai!” Airin menghampiri Leon dengan cepat. Bibirnya juga menarik sebuah senyuman. Namun seketika itu juga senyum Leon redup. Tangan Airin menggenggam tangan namja lain dengan erat. Pria paling diminati di sekolah, Dana, wakil ketua Osis.
-O-
Airin menatap namja di sampingnya dengan intens. Seakan tengah menghapal, apa saja yang ada di tubuh Dana –namja tadi-. Ia sangat mengagumi lekuk wajah itu, sampai ia ingin menelusuri dengan tangannya sendiri. Membuatnya merasakan teksturnya dengan tangannya sendiri. Menyicipi rasa wa- astaga pikiran Airin mulai mesum sekarang.
“Airin?”
“...”
“Airin?!”
“...”
PUK
“EH!”
“Kau melamun” ucap Dana pelan lalu kembali pada bukunya lagi.
“Aish” Airin mengacak rambutnya dengan kesal.
“kenapa?” tangan Dana mengusap rambut Airin pelan, berusaha menenangkannya.
DEG DEG DEG
“a-aku mau tidur.” Dengan cepat Airin menelungkupkan wajahnya di meja. Menutupi rona merah yang muncul di pipinya.
Ketika Airin menundukkan kepalanya, Dana mengalihkan pandangannya ke arah lain. Meski tangannya tak berhenti bergerak.
-O-
Hari ini adalah hari paling menyebalkan seumur hidup. Setidaknya itu yang dipikirkan Dana. Hari ini ada murid baru di sekolahnya. Dan karena ketua murid mereka, Josua sedang absen, dengan terpaksa tugas menemani murid baru dialihkan kepadanya.
Ya Tuhan, semoga saja dia tidak menemani murid yang cerewet. Dia benci orang cerewet, sungguh demi apapun. Cukup keluarganya saja yang cerewet dan jangan tambah siksaan untuknya.
“Um, P-permisi” suara lirih itu menggodanya untuk menoleh. Dan voila, ia menemukan seorang namja coretmaniscoret sedang menundukkan wajahnya dengan malu-malu. Aihhh kyeopta!
“Ya, ada yang bisa ku bantu?” Dana tetap memasang wajah datarnya. Namun sejujurnya, detak jantungnya sudah menggila sejak tadi.
“Um, kak Dana, aku Dea Larasati. Kudengar, kakak yang akan menemaniku.”
Jadi ini murid baru itu? Astaga kalau yang begini, Dana siap menemaninya seumur hidup.  Bibir yang merah merona, pipi yang dengan dua lesung pipit manis, kulit putih bagai kaca. Sungguh, dia adalah makhluk Tuhan paling sempurna.
Dan detik itu juga, Dana tahu, dia jatuh cinta pada makhluk manis di depannya. Jatuh cinta pada Dea Larasati di pandangan pertamanya.
-O-
Dea atau Dea Larasati adalah anak tunggal dari pasangan pengusaha. Karena itu , dia sangat menginginkan seorang kakak atau seorang adik. Namun sayangnya, orang tuanya sangat sibuk. Bahkan masa kecilnya di habiskan dengan alat-alat elektronik dan maid di rumahnya.
Dan sepertinya dia menemukan sosok yang dicarinya sekarang. Dia adalah Ketua Murid TS High School.
“kak Josua!” dia melambaikan tangannya dengan semangat. Lalu tersenyum cerah.
“Hai Dea” Josua terkaget saat tiba-tiba Dea menubruknya dan memeluknya dengan erat. Thea dan Dea memang sama-sama maniak pelukan. Dia hampir saja memarahi Dea kalau tidak merasakan kemeja bagian depannya basah dan bahu Dea yang bergetar. dia segera mengelus punggungnya, dan mengucapkan kata-kata penenang.
“Kakak membuatku khawatir tau. Kakak kemana saja?” mata Dea menatapnya dengan berkaca-kaca, membuatnya gemas dan mengacak rambut Dea.
“Aku hanya ijin beberfapa hari dan kau sudah merindukanku?” Dea mencubit hidung Josua dengan keras karena kesal, meski pipinya berwarna merah.
Dea jatuh cinta pada Josua, namun dia memilih diam. Karena dia yakin, Josua tahu tentang perasaanya. Namun ia juga tahu, Josua menyukai orang lain. Dan orang itu adalah Thea, orang yang juga dianggap Dea sebagai kakaknya.

-The End-

Note : remake from a fanfict “Its Love”