Tampilkan postingan dengan label Talking about Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Talking about Love. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Talking about Love


Aneh ya judulnya? Habis aku bingung mau kasih judul apaan. Yah pokoknya saya mau curhat soal CINTA!!!
Sebenarnya kepikiran buat nulis ini juga ngga sengaja gara-gara ngeliat MV dari MBLAQ yang “This Is War”. Ngga tau judul aslinya apaan, habis hangul ngga kelihatan sih di netbook aku. Sebenarnya sih ngga terlalu nge-fans sama MBLAQ(cuma addicted sama G.O.), Cuma waktu iseng buka youtube ada video itu, ya udah aku download aja.
Ternyata ceritanya sangaaaatttt sedih. Yah setidaknya menurut aku sih. Sebenarnya juga ngga terlalu mudeng sih Cuma yang aku mudeng, cewek yang disukain sama Joon oppa lebih milih Thunder oppa. Padahal sebelumnya yang nyelametin tuh cewek JoonPa. Dan parahnya lagi, Thunder oppa itu temennya JoonPa. Akhirnya JoonPa ngeluarin pistolnya mau nembak Thunder oppa. Nah ceweknya ngelindungin Thunder oppa. Akhirnya JoonPa narik pelatuk. Pas mereka udah pasrah gitu, eh ternyata pelurunya malah balik ke JoonPa. Kayaknya JoonPa emang niat mau bunuh diri. Ending-nya Thunder oppa sama ceweknya nyamperin JoonPa, dan JoonPa ngasih kertas ke mereka. Kayaknya sih tiket, Cuma ngga tau pastinya. Pokoknya gitu deh.
Cuma masih ngga mudeng sama adegan JoonPa mau nembak cewek itu(nembak beneran lho maksudnya :p). juga sebenarnya pekerjaan JoonPa apaan. Apa pembunuh bayaran atau apa ngga mudeng. Cuma surprise aja sama endingnya. Loh, kenapa malah jadi bahas MV MBLAQ? Pokoknya tulisan di bawah ini ngga ada sangkut pautnya sama MBLAQ, ok!
Sebenarnya aku Cuma heran aja, kenapa banyak orang yang… mengagungkan cinta. Yang aku maksud cinta disini cinta terhadap lawan jenis. Bukan terhadap Tuhan, keluarga, atau temen ya. Kalo misalnya liat FTV, aku sering heran sama penulis skenarionya. Kenapa sih terlalu maksain endingnya(menurut aku). Hampir semua FTV yang aku tonton always happy ending. Ngga tau kenapa. Apa karena ngikutin pasar? Bukannya aku suka sad ending, tapi kadang akhirnya tuh emang maksa banget.
Tapi sampai sekarang, jujur aja nih, aku masih belum percaya sama yang namanya cinta. Ngga tau kenapa. Aku sering ngerasa aneh kalo misalnya ngelihat atau ngebaca cerita ada cowok yang punya cewek matre tapi masih ada diturutin kemauannya atas nama cinta. Yah kalo menurut aku, mereka bisa melihat tapi pura-pura buta.
Pasti yang baca ini bakal bilang kalo aku belum kena karmanya, atau aku belum pernah ngerasain cinta atau apalah. Tapi emang itu yang aku pikirin. Bukannya aku bilang jatuh cinta itu jelek atau apa. Tapi cinta itu kan sebenarnya indah, Cuma rusak gara-gara perilaku kita sendiri. Kadang karena cinta, kita jadi egois dan maksain orang yang kita suka buat jadi milik kita.
Aku sering mikir, berapa banyak orang yang kehilangan harta, nyawa, sifat asli, atau apalah hanya Karena cinta yang aja palsu. Emang sih banyak juga yang bener-bener punya cinta sejati. Tapi banyak juga yang Cuma kepura-puraan.
Aku percaya cinta itu indah, bisa menyatukan perbedaan, membuat segalanya menjadi mengagumkan. Tapi cinta yang berlebihan juga ngga baik. Kita tetap jatuh cinta tapi mata kita harus selalu terjaga. Jangan sampai karena cinta, kita jadi harus pura-pura buta.
Aku paling suka sama kata-kata ini, “cinta itu seperti bus. Selalu datang dan pergi. Tapi hanya satu bus yang akan membawa kita pada mimpi kita. Jadi jangan sampai melewatkan bis itu.” kekeke melankolis banget ya.
Ok, saya cinta damai. Buat yang tersinggu sama kata-kata aku, aku minta maaf banget. Ngga bermaksud nyinggung. Ini Cuma pikiran sesat saya. Saya terima komentar apa aja. Mau nge-bash juga ngga apa-apa.

Cinta Tidak Harus Memiliki(?)


kadang mencintai tidak harus dengan hidup bersama dengan orang yang kita cintai, tapi cukup dengan memberi hati kita padanya ”

Kekeke, yah cinta memang berbeda definisinya dari setiap orang. tapi itulah prinsip yang aku coba pertahankan sampai sekarang. Intinya “cinta tidak harus memiliki”. Kayak judul lagu ya? Kalau kata Andrea Hirata, kata-kata itu “Indonesia banget”. Yups, mencintai memang kadang ngga harus dengan kita memiliki orang yang kita cintai. Karena mungkin dengan kita memiliki orang itu, kita malah akan menjadi sakit. atau saat kita dengan orang yang kita cintai udah berbeda alam. Kalau gitu kan udah ngga bisa bersatu lagi.
Beberapa orang mungkin percaya, selama mereka berusaha pasti mereka bisa bersama dengan orang yang mereka cintai. Yups, optimisme emang penting banget. Apalagi ketika hal itu penting banget buat kita. Nah tapi kalau kadang rasa sakit mempertahan lebih sakit dari pada rasa sakit melepaskan, menurut aku lebih baik kita melepaskan orang itu.
Atau ketika rasa cinta kita begitu besar, kita akan memilih untuk melepaskan orang yang kita cintai dan membiarkannya memilih. Yah, kadang senyum orang yang kita cintai memang segalanya. Namun jarang ada orang yang berbuat seperti ini, karena kadang rasa cinta akan membuat kita menjadi egois.
Tapi ngga selamanya kita harus melepas cinta kita. Bakal datengg satu cinta yang bikin dunia kita bener-bener berbeda dan segalanya akan berubah menjadi indah. Nah cinta yang kayak begitu perlu kita pertahankan. Asal, jangan sampai kita menjadi buta hanya karena cinta.
Kesimpulannya, kita harus mempertahankan orang yang kita cintai selama itu bisa membuat orang yang kita cintai dan kita sendiri bahagia. Namun ketika rasa sakit itu mulai tumbuh besar dan membuat salah satu tidak nyaman, mungkin lebih baik dilepaskan. Anggap saja itu hanya sebuah persinggahan. Dan suatu saat kita akan menemukan orang yang benar-benar kita cari. <3<3<3