Kamis, 17 Oktober 2013
Spam Pict Liu -Part 1-
Yuhuuuuuu, ijen time to spam!! /apaan dah -_-
tebak, apa gender asli dia? pasti pada nebak cowok :p
Nama dia adalah Hua Liu, tomboy ulzzang from Taiwan
cakep kan?
Rabu, 02 Oktober 2013
My Life and You
Usia
baru 5 tahun ketika pertama kalinya aku tertarik pada lawan jenis.
Namanya Rio. Jangan bayangkan pertemuan yang dramatis, karena caraku
menyukainya sangat simple. Dia tertidur di kelas saat jam pelajaran,
dan Bu Umi –nama guruku- memarahinya di depan kelas. Dan sejak saat
itulah dia menjadi cinta pertamaku.
Apa?
Cerita selanjutnya? Ya itulah akhirnya. Apa yang kalian harapkan dari
kisah cinta anak TK? rasa sukaku bertahan sampai aku berusia 9 tahun.
Jangan tertawa, aku tahu ini sangat konyol.
oOo
Kisah
cinta keduaku dimulai sejak kelasku kedatangan murid baru. Tinggi,
berkulit coklat khas pribumi, dan seorang atlit. Dia adalah atlit
kebanggan sekolah, mulai dari sepakbola, bulu tangkis, voli, sampai
lari. Kurangnya hanya satu, dia sangat lemah di akademik. Setiap ada
tugas, maka dia akan mencariku, dan menyalin tugasku.
Hubungan
kami sangat stabil alias tidak ada perkembangan. Hampir setahun kami
habiskan dengan PDKT, namun tak banyak hasil yang berarti. Sampai
ketika kami duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, akhirnya kami berpacaran.
Namun tidak bertahan lama, 2 bulan kemudian kami putus.
“Kita
terlalu berbeda.” Itu yang dia katakan. Bagaimana tidak? Selisih
usiaku dengannya hampir 5 tahun, jangan Tanya kenapa kami bisa
sekelas. Itu karena dia sering tidak naik kelas dan suka berpindah
sekolah. Dan lagi kegemaran kami berbeda, dia sangat suka olahraga,
dan aku sangat sangat dan sangat benci olahraga. Jika disuruh
memilih, aku akan memilih membaca buku daripada berpanasan di
lapangan.
7
November, 16 hari sebelum ulang tahunnya, hubungan kami berakhir.
Namun kami tetap bersahabat dekat. Bahkan beberapa temanku bilang,
kami lebih dekat saat menjadi sahabat. Oh iya, namanya Awan, Agus
Setiawan.
oOo
Semester
genap selanjutnya, hari-hariku diisi dengan kegiatan bimbel. Pagi,
siang, sore, malam aku mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian
Nasional. Tapi bukan berarti hatiku kosong. Yogi Prananda. Dia
temanku di bimbel, namun berbeda sekolah. Kedekatan kami hanya karena
kami sering terlambat dan akhirnya duduk di pojokan berdua.
Dia
tipe pria baik-baik, bahkan aku berani bertaruh kalau dia tidak
pernah membolos. Dia sangat baik, cenderung bisa dikerjai malah. Dan
sebenarnya dia tipe pemalu. Itulah alasan kenapa Yogi tidak pernah
mengikat hubungan kami.
“Aku
pengen punya status yang jelas sama kamu. Aku ngga
mau diejekin sama anak-anak terus, padahal kita ngga
ada hubungan apa-apa.” Protesku saat kami terjebak di tempat
bimbel, karena sore itu hujan turun sangat deras.
“Apa
pentingnya sih? Toh perasaanku ngga
perlu
pake status. Yang penting aku peduli sama kamu.”
“Tapi
tetep aja aneh. Liat deh Rian sama Rivo, hubungan mereka jelas.”
Jawabku ngotot. Tentu saja aku iri, Rivo kan rival terberatku. Dan
Yogi hanya tertawa sambil mengacak rambutku.
“Jangan
mudah iri. Aku sayang kamu, bawel.”
Dan
pembicaraan kami berakhir karena jemputanku sudah datang.
Dan
hubungan kami tetap begitu. Dekat dan tanpa status. Namun semuanya
berubah saat keluargaku membuat keputusan mendadak. Keluargaku harus
pindah ke kota lain, secepatnya. Esoknya aku memberi tahu kabar itu
kepada Yogi, dan dia hanya diam.
Dan
sejak saat itu, dia menghindariku. Jangankan ngobrol, bertemu
dengannya saja sangat sulit. Seluruh teman-temanku hanya mengernyit
bingung. Beberapa dari mereka mendekatiku, menanyakan apakah aku dan
Yogi putus. Aku hanya mampu tersenyum lemah. Aku bisa menjawab apa?
Hingga
akhirnya setelah ujian terlewati, dan semua urusan sekolahku selesai,
keluargaku pindah. Dan aku tetap tidak bertemu Yogi, sampai sekarang.
oOo
10
tahun telah berlalu. Aku masih mengingat Yogi dengan jelas, meski aku
tak yakin kalau aku masih mencintainya. Aku menyadari bahwa kisahku
dengan Yogi tidak lebih dari sebuah cinta monyet, meski terkadang aku
masih merindukannya. Aku masih penasaran dengan alasan dibalik
diamnya dia.
“Oek~
Oekk~” suara tangis bayi membuyarkan lamunanku. Ah, bukannya aku
tadi sedang mengganti popok Thea, kenapa bisa melamun.
“Sabar
sebentar sayang.” Aku segera memasang popok baru dan segera
menggendong bayi cantik ini ke pelukanku. Usianya baru 6 bulan, tapi
aktifnya melebihi balita. Dan dia tidak akan pernah membiarkanku
tidur nyenyak di malam hari.
“Thea
bangun lagi?” suara berat di belakangku membuatku menoleh. Aku
menganggukkan kepala pelan. Lalu kembali menimang Thea.
“Anak
ayah nakal sekali.” Tangan besar itu mengusap rambut Thea dengan
sayang. “Kasihan bunda sayang, lihat kantong matanya tuh.” Aku
segera mencubit pinggang pria di sampingku dengan kencang, membuatnya
menjerit kesakitan.
“Tidur
lagi sana, ngapain ikut bangun?”
“Aku
mau nemenin kamu aja.”
“Besok
kamu kuliah pagi kan? ”
“Aku
mau bolos besok, aku mau ngajak Thea jalan-jalan. ”
“ Jangan
aneh-aneh! Kapan selesai kuliahmu kalau bolos terus?”
“Tapi
aku beneran males, bunda~”
“Jangan
pake nada kayak gitu!”
“Bunda~”
“Josua!”
“Oeekk~
Oeekk~” aku sontak terdiam saat mendengar putri kecilku kembali
menangis. Josua dengan cepat mengusap rambut Thea agar kembali
tertidur. Tak lama kemudian, Thea kembali tertidur pulas. Aku segera
menidurkannya di boks bayi, dan kembali ke ranjang.
“Aku
tidur disini ya?” deritan ranjang menandakan Josua ikut naik ke
ranjangku. Aku hanya bergumam malas dan segera memeluk guling.
Ahhh,
mimpi indah aku datang!
oOo
Thea
Anindya Putri. Malaikat yang lahir untuk melengkapi hidup kami.
Josua? Dia adik tingkatku di kampus, dia ayah Thea, tapi bukan ayah
biologis. Hubunganku dengannya? Entahlah, aku juga tidak paham dengan hubungan kami. Tapi
kenyataan bahwa kami sudah menikah memang tidak bisa dipungkiri. Aku
bertemu Thea ketika sedang dirawat di rumah sakit dan mendengar
berita bahwa Thea ditinggalkan oleh orang tua kandungnya. Dan
tiba-tiba saja aku ingin merawatnya. Membesarkannya seperti anakku
sendiri.
Sabtu, 21 September 2013
Its Love, Baby!
Saat menyakitkan adalah ketika orang yang cintai
tersenyum karena orang lain dan itu bukan dirimu. Namun lebih menyakitkan lagi
ketika orang yang cintai menangis karena dirimu. Karena itu, relakanlah ia
terbang mencari kebahagiannya. Dan kau akan menemukan kebahagiaanmu.
-DJonguUp Present-
Seumur hidupnya, Josua hanya
pernah jatuh cinta satu kali. Dengan satu orang yang sama dan perasaannya tidak
pernah berubah. Thea Melati Ayu.
“ Jo~” suara lembut itu membuatnya menoleh. Sepasang
lengan melingkari lehernya, membuatnya hampir sesak nafas. Tapi dia
coretsangatcoret menyukai pelukan ini.
“Ada apa Hime?”
“Jangan panggil aku Hime, namaku Thea.” Bibir mungil
yang mengerucut menggoda, membuatnya memalingkan wajahnya dengan spontan.
“Jadi ada apa Thea Melati Ayu?”
“Aku jatuh cinta lagi~”
DEG
“Jangan bilang kalau dia si Medali emas itu?”
“Dia bukan si Medali emas! Namanya Leon !“
“Iya iya , Leon itu kan?” Josua memutar bola matanya
kesal.
“Hehehe. Kau tau kan, hanya dia yang selalu membuatku
terpana.”
NYUT
-O-
Thea adalah seorang gadis populer. Dia sangat terkenal
di sekolah. Hampir setiap minggu, dia berganti gandengan. Jika kau suka jalan-jalan,
maka Thea adalah teman yang cocok untukmu. Dia terkenal hampir di semua tempat
di kota ini.
Namun tak ada yang tahu, -kecuali Josua- bahwa dia
sudah memilih seseorang. ia mungkin seorang gadis populer, namun ia bahkan
tidak berani ngobrol atau mendekati oaring yang ia suka. Konyol, Benar, Thea
juga merasa dia sangat konyol.
Yang dia lakukan adalah mengamatinya dari jauh, atau
kata lainnya stalker. Sekarang dia sedang berdiri di balik pohon di dekat
lapangan. Mengamati atlet lari sekolah yang mempesona. Badannya yang kekar.
Keringat yang membuatnya semakin seksi. Argh Thea bisa gila karenanya.
Dari semua orang di dunia ini, Thea hanya menginginkannya.
Dia, yang selalu Thea anggap sempurna. Hanya dia, dan tidak ada yang lain.
Namun ia sadar, ia tidak akan pernah bisa. Dia tahu ada orang lain yang mengisi
hati sang atlet. Oh ayolah, Thea adalah seorang stalker. Tentu ia tahu seluk
beluk namja yang dicintainya.
Yang bisa dia lakukan hanyalah menatapnya dari jauh,
dan tetap mencintainya.
-O-
Leon belum pernah ke surga, tapi ia yakin-bahkan
sangat yakin- dia sudah pernah bertemu malaikat. Pipi chubby yang manis, senyum
yang akan membuat duniamu teralihkan, wajah cantik bercampur manis yang akan
selalu kau impikan. Malaikat itu bernama Airin.
Malaikat punya nama? Tentu saja. Karena malaikat itu
kakak kelas Leon. Malaikat cantik dalam sesosok manusia. Bingung? Sama yang
nulis juga bingung #Plok
Leon hanyalah seorang namja biasa. Dia seorang atlet
kebanggaan sekolah. Dulu, saat ia masih merupakan siswa baru, Airin lah orang
yang menerimanya pertama kali. Yang menolongnya saat ia terjatuh. Yang
mengenalkannya pada banyak orang di sekolah ini. Intinya, Airin is everything
for Leon.
Leon tersenyum lebar saat melihat Airin.
“Kak Ai!” Airin menghampiri Leon dengan cepat.
Bibirnya juga menarik sebuah senyuman. Namun seketika itu juga senyum Leon
redup. Tangan Airin menggenggam tangan namja lain dengan erat. Pria paling
diminati di sekolah, Dana, wakil ketua Osis.
-O-
Airin menatap namja di sampingnya dengan intens.
Seakan tengah menghapal, apa saja yang ada di tubuh Dana –namja tadi-. Ia
sangat mengagumi lekuk wajah itu, sampai ia ingin menelusuri dengan tangannya
sendiri. Membuatnya merasakan teksturnya dengan tangannya sendiri. Menyicipi
rasa wa- astaga pikiran Airin mulai mesum sekarang.
“Airin?”
“...”
“Airin?!”
“...”
PUK
“EH!”
“Kau melamun” ucap Dana pelan lalu kembali pada
bukunya lagi.
“Aish” Airin mengacak rambutnya dengan kesal.
“kenapa?” tangan Dana mengusap rambut Airin pelan,
berusaha menenangkannya.
DEG DEG DEG
“a-aku mau tidur.” Dengan cepat Airin menelungkupkan
wajahnya di meja. Menutupi rona merah yang muncul di pipinya.
Ketika Airin menundukkan kepalanya, Dana mengalihkan
pandangannya ke arah lain. Meski tangannya tak berhenti bergerak.
-O-
Hari ini adalah hari paling menyebalkan seumur hidup.
Setidaknya itu yang dipikirkan Dana. Hari ini ada murid baru di sekolahnya. Dan
karena ketua murid mereka, Josua sedang absen, dengan terpaksa tugas menemani
murid baru dialihkan kepadanya.
Ya Tuhan, semoga saja dia tidak menemani murid yang
cerewet. Dia benci orang cerewet, sungguh demi apapun. Cukup keluarganya saja yang
cerewet dan jangan tambah siksaan untuknya.
“Um, P-permisi” suara lirih itu menggodanya untuk
menoleh. Dan voila, ia menemukan seorang namja coretmaniscoret sedang
menundukkan wajahnya dengan malu-malu. Aihhh kyeopta!
“Ya, ada yang bisa ku bantu?” Dana tetap memasang
wajah datarnya. Namun sejujurnya, detak jantungnya sudah menggila sejak tadi.
“Um, kak Dana, aku Dea Larasati. Kudengar, kakak yang
akan menemaniku.”
Jadi ini murid baru itu? Astaga kalau yang begini, Dana
siap menemaninya seumur hidup. Bibir
yang merah merona, pipi yang dengan dua lesung pipit manis, kulit putih bagai
kaca. Sungguh, dia adalah makhluk Tuhan paling sempurna.
Dan detik itu juga, Dana tahu, dia jatuh cinta pada
makhluk manis di depannya. Jatuh cinta pada Dea Larasati di pandangan
pertamanya.
-O-
Dea atau Dea Larasati adalah anak tunggal dari
pasangan pengusaha. Karena itu , dia sangat menginginkan seorang kakak atau
seorang adik. Namun sayangnya, orang tuanya sangat sibuk. Bahkan masa kecilnya
di habiskan dengan alat-alat elektronik dan maid di rumahnya.
Dan sepertinya dia menemukan sosok yang dicarinya
sekarang. Dia adalah Ketua Murid TS High School.
“kak Josua!” dia melambaikan tangannya dengan
semangat. Lalu tersenyum cerah.
“Hai Dea” Josua terkaget saat tiba-tiba Dea
menubruknya dan memeluknya dengan erat. Thea dan Dea memang sama-sama maniak
pelukan. Dia hampir saja memarahi Dea kalau tidak merasakan kemeja bagian
depannya basah dan bahu Dea yang bergetar. dia segera mengelus punggungnya, dan
mengucapkan kata-kata penenang.
“Kakak membuatku khawatir tau. Kakak kemana saja?”
mata Dea menatapnya dengan berkaca-kaca, membuatnya gemas dan mengacak rambut Dea.
“Aku hanya ijin beberfapa hari dan kau sudah
merindukanku?” Dea mencubit hidung Josua dengan keras karena kesal, meski
pipinya berwarna merah.
Dea jatuh cinta pada Josua, namun dia memilih diam.
Karena dia yakin, Josua tahu tentang perasaanya. Namun ia juga tahu, Josua
menyukai orang lain. Dan orang itu adalah Thea, orang yang juga dianggap Dea
sebagai kakaknya.
-The End-
Note : remake from a fanfict “Its Love”
Rabu, 24 April 2013
B.A.P (Best Absolutely Perfect) Profile
Yo Yo URI B.A.P YES SIR!!
gw lagi demen banget sama Yongguk dkk. so ini gw kasih profil mereka. enjoy it guyz :)
B.A.P (Korean: 비에이피; an acronym for Best Absolute Perfect) is a six-member hip-hop South Korean group formed in 2012 under the management of TS Entertainment. On January 26, 2012, B.A.P made their recording debut with the single "Warrior", followed by the release of their debut EP, Warrior in February 2012.
Member Profile
Birth Name: Bang Yong Guk
Stage Name: Yongguk
Bunny: Red (SHISHIMATO)
Nickname: Inversion Rapper
Position: Leader, Main Rapper
Birth Date: March 31, 1990
Blood Type: O
Height: 182 cm
Weight: 60 kg
Education: KyungHee Cyber University
Hobbies: Baseball, basketball, playing by himself
Special Talents: Writing songs and lyrics, composing
Personality: Tough, brusque
Fun Facts:
- His respected musician is 1TYM’s Teddy.
- His ideal type of woman is a virtuous woman.
- Yongguk is apparently awkward when he’s alone together
with Daehyun.
- He shares the same top bunk beds with Jongup and Himchan.
- His favorite movie is Constantine.
- Each of them has their respective chores, and Yongguk
manages what goes on in the dorm.
- He is the closest to Himchan.
- Although he is brusque, but he is very softhearted and
cries often.
- If B.A.P were a family, he’d be the dad.
- He didn’t know how to talk until he was 5 years old.
- He is a member of the underground hip hop crew, “Soul
Connection” with stage name “Jepp Blackman”.
- He was featured in Secret’s MV: “Shy Boy” & “Starlight
Moonlight”.
- He was released his solo single titled “I Remember” with
B2ST’s Yoseob & “Going Crazy” with Secret’s Song Ji Eun.
Birth Name: Kim Him Chan
Stage Name: Himchan
Bunny: Pink (TATSMATO)
Nickname: Instrument Ulzzang
Position: Sub-Vocalist, Rapper, Face of The Group
Birth Date: April 19, 1990
Blood Type: O
Height: 180 cm
Weight: 69 kg
Personality: Gentle, against war, peacemaker. Cheerful and a
bit hyperactive.
Education: National School for Traditional Music
Fun Facts:
- His ideal type of woman is a kind woman.
- He shares the same top bunk beds with Jongup and Yongguk.
- He is the closest to Yongguk.
- Each of them has their respective chores, and Himchan
throws out the garbage.
- Himchan’s sister is very interested in B.A.P and she even
designed the members’ signatures.
- He is an MC for MTV‘s “The Show”.
- He was featured in Jung Seulki’s MV: “Back in Plack
Again”, Secret’s MV: “Shy Boy” & “Starlight Moonlight”, Song Ji Eun‘s MV:
“Going Crazy” and Bang & Zelo‘s MV: “Never Give Up”.
- If B.A.P were a family, he’d be the mom.
Birth Name: Jung Dae Hyun
Stage Name: Daehyun
Bunny: White (KEKEMATO)
Nickname: Busan’s Won Bin
Position: Main Vocalist
Birth Date: June 28, 1993
Blood Type: A
Height: 177 cm
Weight: 63 kg
Hometown: Busan
Personality: Shy, Tough
Education: Nataraja Academy, Busan
Fun Facts:
- His respected singer is 4Men’s Shin Yongjae.
- His ideal type of woman is someone like Shin Saimdang.
- He is the closest to Youngjae.
- He shares the same bottom bunk beds with Zelo and
Youngjae.
- Daehyun is apparently awkward when he’s alone together
with Yongguk.
- He’s also known as B.A.P.’s Hidden Card.
- Each of them has their respective chores, and Daehyun
cleans the restroom.
- He speaks with a very heavy Busan dialect.
- If B.A.P were a family, he’d be the oldest son.
Birth Name: Yoo Young Jae
Stage Name: Youngjae
Bunny: Yellow (JOKOMATO)
Nickname: Brain
Position: Lead Vocalist
Birth Date: January 24, 1994
Blood Type: AB
Height: 178 cm
Weight: 65 kg
Personality: Calm but a person who has lots of ups and downs
Education: Politic Industry High School
Fun Facts:
- His respected musician is Musiq Soulchild.
- His ideal type of woman is someone who likes him a lot.
- He shares the same bottom bunk beds with Daehyun and Zelo.
- He is the closest to Daehyun.
- Each of them has their respective chores, and Youngjae
keeps everything organized.
- He loves electronic gadgets a lot.
- He also like finding things and explaining them to the
members.
- He doesn’t want his future girlfriend to wear revealing
clothing.
- If B.A.P were a family, he’d be the mom (he says that
Himchan may say he is, but in reality Youngjae is).
Birth Name: Moon Jong Up
Stage Name: Jongup
Bunny: Green (DADAMATO)
Nickname: Dance Shindong
Birth Date: February 6, 1995
Blood Type: B
Height: 176 cm
Weight: 66 kg
Position: Sub-Vocalist & Main Dancer
Personality: Shy
Education: Hanlim Arts High School
Fun Facts:
- He has no specific type for his ideal woman, but would
like her to be older than him.
- His respected musician is Chris Brown.
- He shares the same bottom bunk beds with Yongguk and
Himchan.
- He is the closest to Zelo.
- Each of them has their respective chores, and Jongup does
the dishes.
- Also known as the awkward in the group.
- If B.A.P were a family, he’d be the second oldest son.
- He was featured in Secret’s MV: “Shy Boy” & “Starlight
Moonlight”, and Bang & Zelo’s MV: “Never Give Up”.
Birth Name: Choi Jun Hong
Stage Name: Zelo
Bunny: Blue (TOTOMATO)
Nickname: 15-Year Old Genius
Position: Maknae, Lead Rapper, Lead Dancer
Birth Date: October 15, 1996
Blood Type: A
Height: 184 cm
Weight: 63 kg
Specialty: Rap, dance, beatbox
Personality: Introspective
Education: Sungdae Middle School
Fun Facts:
- His ideal type of woman is a person who’s good at English
& have pretty smile.
- His respected musicians are Kanye West and Will.i.am.
- His favorite movie is 2012.
- He shares the same bottom bunk beds with Daehyun and
Youngjae.
- He is the closest to Jongup.
- Each of them has their respective chores, and Zelo does
the laundry.
- Since Zelo is the maknae, he has to wash last and as a
result he gets tired of waiting and falls asleep again.
- He is fond in hip hop, and practice 20 hours a day and he
still feel like it was’nt enough.
- Also known as the “Fighter Robot” of B.A.P.
- His stage name comes from the Greek god “Zelos”, which is
the god of rivalry. He was named that
because of how hard he worked amongst all his hyungs.
- If B.A.P were a family, he’d be the cute and pure maknae
who gets the most love from his hyungs.
Kamis, 04 April 2013
Selasa, 19 Maret 2013
FF_OnKey_Yaoi_My Choise
Aku hanya mampu menatapnya dengan sedih. Katakanlah aku lelaki lemah atau cengeng, tapi inilah aku. Menatapnya dengan segala ketidak mampuanku. Mengikutinya dengan semua kelemahanku. Menguntitnya dengan semua kebodohanku. Jangan katakan kalau aku berlebihan. Hey, aku bukan remaja ababil. Aku hanya tidak pernah mampu.
Naiya OKS
with
My Choise
Oh, lihatlah senyumannya itu. Jantung ini semakin berdegub kencang setiap melihatnya. Wajahnya benar-benar manis. Pantas semua orang menjulukinya Diva. Dia memang seorang ratu yang dipuja-puja. Namun aku hanya mampu menampilkan senyuman miris. Tangan lembutnya itu, sudah digenggam orang lain. Lihatlah pipinya yang bersemu merah, ketika pria itu mengacak rambutnya. Ya Tuhan, rasanya aku ingin mati saja.
PUK
"Jinki, apa yang kau lakukan disini?" tepukan itu menyadarkanku. Taemin, sahabat terbaikku. Aku hanya tersenyum miris. Dia yang mengetahui sebagian besar tentang diriku dan perasaanku.
"Ya Tuhan Jinki! Berapa kali harus kukatakan padamu. Kenapa kau tidak mengerti juga?" dia bertanya dengan suara keras. Aku hanya mampu meringis mendengar suaranya yang tidak pelan itu. Beberapa orang melihat ke arah kami (termasuk si Diva). Aku menyenggol tubuh Taemin pelan.
"Hey jangan keras-keras. Kau membuatku malu" aku berkata sambil menarik tubuh Taemin menjauh. Dia benar-benar membuatku semakin rendah di mata 'nya.'
Aku membalikkan tubuhku ketika merasa ada yang menatapku. Tapi kurasa itu hanya perasaanku saja. Karena sama sekali tidak ada orang yang menatapku. Oh ayolah, siapa yang mau menatap Jinki si namja pemalu dan culun. Kurasa tembok pun tidak akan mau.
Mall ini benar-benar ramai. Sebenarnya aku benci tempat-tempat seperti ini. Tapi ya sudahlah. Apapun akan kulakukan untuknya. Tapi sepertinya ini adalah pilihan yang buruk karena aku hanya melihat pemandangan yang menyakitkan.
Tak terlalu jauh didepanku, dia berdiri. Mengandeng mesra seorang pria sambil memilih pakaian yang cocok untuknya. Dia memang seorang shopaholic. Seleranya juga sangat bagus. Tapi haruskah dia melakukannya di hadapanku. Ah, dia memang tidak pernah menyadari kehadiranku. Menatapku saja enggan. Bukankah sudah kujelaskan, aku hanyalah seorang namja culun dan pemalu. Memikirkan semua ini kepalaku menjadi pusing.
"Jinki, gwenchanayo?" Taemin menahan lenganku dan menatapku dengan khawatir. Taemin selalu menemaniku, menjagaku dan mengingatkanku. Dia namja yang baik, sangat baik malah. Sangat beruntung siapa pun yang mendapatkannya. Eh, kenapa malah membahas Taemin?
"Im fine Taem. Just dizzy." Aku mengusap rambutnya pelan.
"tapi Jinki?"
"Aku baik-baik saja." Aku menarik tangannya pelan. Kepalaku sudah sangat pusing dan aku sangat ingin istirahat. Dan sepertinya Taemin mengerti maksudku. Dia menyangga tubuhku dan membantuku berjalan.
"ayo kita istirahat di café." Kurasa itu bukan ide yang buruk. Café itu tidak terlalu ramai dan terlihat nyaman. Sekali lagi aku merasa ada yang menatapku dengan tajam, tapi siapa? Sudahlah aku tak mau memikirkannya.
"Kau harus berhenti Jinki."
"berhenti apa?" aku menatapnya bingung.
"ayolah Jinki. Jangan pasang wajah sok polosmu itu."
"berhenti apa Taem? Aku benar-benar tidak tahu."
"ini sudah tahun ketiga kau menjadi stalkernya. Apa kau tidak lelah? Kau hanya akan disuguhi pemandangan yang sama setiap harinya. Kau hanya akan merasakan sakit setiap harinya."
Aku terseyum lelah mendengar nasihatnya. "tidak bisaTaem. Aku mencintainya. Jauh lebih mencintainya daripada diriku sendiri."
"tidakkah kau melihatku Jinki?"
"apa maksudmu Taem?"
"aku yang selalu mendampingimu. Yang selalu mendukungmu. Yang selalu menopangmu. Tak sadarkah dirimu tentang perasaanku?"
Ini seperti sebuah batu besar menimpa tubuhku. Selama ini, Taemin yang sudah menjadi sahabatku ternyata mencintaiku. Oh Tuhan, kepalaku semakin pusing.
"Maaf Taem. Kita bicarakan ini nanti. Aku ingin istirahat." Yang bisa kulakukan hanya berlari. Menghindari semuanya. Ini terlalu berat. Dan aku tidak mampu.
Katakanlah aku pengecut, aku hanya bisa lari dari masalah atau apapun, aku tidak peduli. Kepalaku seperti akan meledak. Aku hanya bisa berlari, menghindar dari 'nya', menghindar dari Taemin, menghindar dari semuanya.
Dan disinilah aku berakhir. Taman yang sepi dan tak terawat. Tapi mungkin ini tempat yang tepat untuk merenung. Memikirkan ulang tentang semuanya. Termasuk aku dan Taemin.
Taemin, namja manis, baik, dan mencintaiku. Apalagi yang kurang? Untuk apa aku mengharap sesuatu yang tidak pasti? Menginginkan hal yang jelas tidak mungkin.
Haruskah aku menyerah sekarang? Meninggalkan cinta lama dan mencari yang baru. Haruskah aku begitu? Ataukah meneruskan perjuanganku mendapatkan 'nya'? meski aku tahu ia tidak akan mungkin menerimaku.
Sudahlah, aku lelah berfikir. Biarkan saja waktu menjawab semuanya. Kuikuti saja arus air yang mengalir ini. Aku sudah terlalu lelah.
END
EPILOG
Jinki menekan bel di depannya dengan pelan. Tak lama pintu itu terbuka dan Jinki memasuki rumahnya dengan pelan. Dengan malas dia duduk di sofa, diikuti dengan orang yang membuka pintu untuknya.
"dari mana saja kau?" suara ketus itu tetap terdengar cantik di telinga Jinki. Tapi Jinki hanya terdiam. Seolah tak mendengar apapun.
"Hey Jinki, aku sedang bertanya padamu!" suara itu terdengar semakin ketus. Jinki menghela nafas lelah.
"apa urusanmu Kim Kibum?" Tanya Jinki kesal.
"apa urusan- Tunggu! Kau memanggilku Kim? Kau memanggilku Kim Kibum?!" mata Kibum terbelalak tak percaya. Antara marah dan terkejut.
"lalu bagaimana aku harus memanggilmu Kibum?" Tanya Jinki tak sabaran.
"Harusnya kau memanggilku Lee Kibum." Suara itu terdengar lebih lemah. Bagai cicitan burung kecil. Jinki terkekeh pelan mendengar jawaban Kibum. Membuat Kibum mengerutkan dahinya.
"apakah kau pantas dipanggil Lee? " pertanyaan itu membuat Kibum terdiam. "setelah semua yang kau lakukan padaku? Setelah kau bersenang-senang dengan Choi, kau bisa seenaknya kembali kepadaku? Kau pikir semudah itu?"
"Tapi kau juga melakukan hal yang sama Jinki. Kau juga selalu bersama Taemin. Kau kira aku tidak tahu?"
"Taemin? Ah mungkin memang seharusnya menikah dengannya saja. Harusnya aku tak mengajukan permintaan bodoh untuk menikahimu."
"APA? Jadi pernikahan kita bukan perjodohan?"
"Kau pikir hanya sebatas perjodohan?!" Tiba-tiba Jinki merasa marah. entah apa penyebabnya. "Tiga tahun Kibum. Tiga tahun aku mencintaimu dalam diam. Kupikir dengan menjadikanmu milikku, kau bisa menerimaku. Tapi apa? Kau semakin menghancurkanku. Kau semakin sering bersama Choi sialan itu."
Kibum hanya diam. Otaknya benar-benar sedang buntu saat ini. Semua kejutan ini membuatnya kaget. Tentu saja, siapa yang tidak kaget bila diberi kejutan semua ini. Melihat Kibum hanya diam, Jinki memantabkan hatinya kembali.
"aku sudah mengurus surat perceraian kita. Aku lelah. Kau tinggal tanda tangan saja dan semuanya akan selesai."
Selesai berkata, Jinki melangkahkan kakinya ke kamar tamu di rumahnya. Terlalu kesal untuk tidur di kamarnya dan Kibum. Sudahlah memang begini akhirnya.
FF_JoTwins_Yaoi_Our Special Day
Kwangmin melupakan hari penting untuknya dan Youngmin. Youngmin marah. Dan apa yang terjadi selanjutnya?
Naiya-OKS aka Jung Ah Yeon
With
Our Special Day
Kwangmin hanya menatap frustasi kertas-kertas di hadapannya. Dia tidak punya konsentrasi untuk mengerjakan itu semua. Otaknya sedang berpusat pada namja cantik yang sekarang –mungkin- berada di rumah.
Namja cantik bernama Jo Youngmin. Entah apa penyebabnya, tapi dia benar-benar merindukan namja cantiknya itu. Memikirkannya saja membuatnya semakin rindu. Dia benar-benar ingin pulang dan bertemu huswifenya itu.
TOK TOK
"masuk" Kwangmin menyahut asal tanpa melihat pintu.
"KWANGIE!" Kwangmin mendongakkan wajah dengan cepat. Dan matanya terbelalak menatap seorang Jo Youngmin berdiri di depannya.
"Kwangie! Kenapa diam saja?" bibir Youngmin mengerucut imut. Tangannya bergerak di depan mata Kwangmin, berusaha membuatnya tersadar. Tapi sepertinya tidak juga berhasil.
"JO KWANGMIN!" kesal, Youngmin berteriak di telinga Kwangmin. Dan akhirnya, cara ini berhasil.
"eh Youngie, kenapa bisa berada disini?" Tanya Kwangmin bingung.
"jadi Kwangie tidak suka Youngie datang? Baiklah Youngie pula saja." Sepertinya namja cantik itu marah. Dia kembali ke pintu sambil menghentak-hentak kakinya.
Kwangmin dengan cepat tersadar. Dia segera menarik tangan Youngmin dan memeluknya dengan erat.
"aku hanya kaget Youngie. Kukira kan istirahat di rumah. tiba-tiba muncul disini." Kwangmin berkata sambil mencubit pipi Youngmin.
"Youngie bosan di rumah. Youngie mau menemani Kwangie saja."
Kwangmin tersenyum lembut, lalu menuntun Youngmin duduk di sofa. dia membaringkan tubuhnya di pangkuan Youngmin dan memeluk tubuhnya erat.
"aku merindukanmu baby." Kwangmin menggesekkan wajahnya ke perut Youngmin dan membuatnya tertawa kegelian.
"Miss u too Kwangie." Jemari lembut Youngmin mengusap perlahan rambut kecoklatan milik Kwangmin.
"eh Kwangie, kau ingat tidak ini hari apa?"
"memangnya hari apa Youngie?"
"jadi kau lupa?" bibir Youngmin kembali mengerucut.
"Mianhae Youngie, tapi aku benar-benar lupa."
"Kwangie menyebalkan!"
Dahi Kwangmin berkerut. Dia berusaha mengingat, apa yang special di hari ini. Tapi tidak ada kok.
"Hahahaha…" kwangmin kembali tersadar ketika mendengar suara tawa renyah itu. Youngmin sedang tertawa sambil menutup wajah dengan tangan. Kwangmin menatapnya dengan bingung.
"maaf Kwangie. Aku hanya bercanda kok." Youngmin mengedipkan matanya dan mengecup kening Kwangmin. Rasanya, Kwangmin ingin menjedotkan(?) kepalanya ke tembok. Bagaimana bisa huswife-nya yang polos mengerjainya?
"Kwangie kau tahu tidak?"
"hm?"
"Aku hamil"
"Kwangie! "
"Kwangie kenapa diam saja?!"
"JO KWANGMIN! AKU HAMIL ANAKMU BODOH!"
END
Langganan:
Postingan (Atom)













